Archive

Posts Tagged ‘syariah’

Prinsip Sistem Moneter Syari’ah

  • Menghindari Riba
  • Bunga merupakan sumber ketidakadilan antara pemilik modal dan pengusaha.
  • Pengahapusan riba, minimalkan spekulasi pasar modal atas dasar harga margin.
  • Sebab, bank pemberi pinjaman tahu bahwa bank harus ikut menanggung risiko dari bisnis yang spekulatif
  • Dalam ekonomi syariah, seluruh hasil usaha (bunga + keuntungan, dalam kerangka kapitalis) dibagi secara adil.
  • Menghindari Perdagangan Mata Uang
  • Ibnu Taimiyah : pengusaha agar tak melakukan bisnis mata uang, membeli tembaga lalu mencetak mata uang. atau meli-kuidir mata uang lalu mencetak koin baru.
  • Pemerintah harus mencetak uang dengan harga sebenarnya tanpa bertujuan mencari keuntungan apapun dari pencetakannya itu agar kesejahteraan publik (al-maslahah al-ammah) terjamin.
  • Baca selanjutnya…

Prinsip Ekonomi Syariah dengan menggunakan akad Mudharabah

Prinsip syariah yang berdasarkan bagi-hasil adalah mudharabah, yaitu  suatu perjanjian atau akad kerjasama usaha/bisnis antara pemilik modal atau yang disebut sebagai Rabb al-Mal dengan pengelolanya yang disebut sebagai mudharib. Pada perjanjianMudharabah ini, rabb al- mal menyetorkan modal usaha yang akan dikelola oleh mudharib dan hasil keuntungannya dibagi sesuai dengan kesepakan bersama kedua belah pihak dalam persentase: 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, dari laba yang akan diperoleh.  Pada prinsip bagi-hasil ini, 100% modal berasal dari rabb al_ mal dan 100% pengelolaan bisnisnya dilakukan oleh mudharib.  Kalau nantinya dari usaha tersebut menghasilkan keuntungan, maka untungnya di bagi antara rabb al- mal dengan mudharib, kalau hasil usahanya merugi, maka kerugian sepenuhnya ditanggung oleh rabb al- mal, sementara mudharib akan mengalami rugi waktu dan tenaga, tetapi apabila kerugian tersebut disebabkan oleh kelalaian dari mudharib maka sudah sepatutnya mudharib bertanggung jawab juga atas terjadinya kerugian pada usaha tersebut.

Syarat dari pada modal yang berasal dari Rabb al- Mal  yang di berikan kepada Mudharib: Baca selanjutnya…

Obligasi dan Reksa Dana Syariah

Disadur dari www.pkesinteraktif.com

Sesuai dengan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 32/DSN-MUI/IX/2002, “Obligasi Syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syari’ah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syari’ah berupa bagi hasil/margin/fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo”.

Tidak semua emiten dapat menerbitkan obligasi syariah. Untuk menerbitkan Obligasi Syariah, beberapa persyaratan berikut harus dipenuhi: Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: