Arsip

Archive for the ‘Ekonomi Islam’ Category

Prinsip Sistem Moneter Syari’ah

  1. Menghindari riba
  • Bunga merupakan sumber ketidakadilan antara pemilik modal dan pengusaha
  • Penghapusan riba, minimalkan spekulasi pasar modal atas dasar harga margin
  • Sebab, bank pemberi pinjaman tahu bahwa bank harus ikut menanggung risiko dari bisnis yang spekulatif
  • Dalam ekonomi syari’ah, seluruh hasil usaha (bunga + keuntungan, dl kerangka kapitalis) dibagi secara adil

2.  Menghindari perdagangan mata uang.

  • Ibnu Taimiyah: penguasa agar tak melakukan bisnis mata uang, membeli tembaga lalu mencetak uang. Atau melikuidir mata uang lalu mencetak koin baru.
  • Pemerintah harus mencetak uang dengan harga sebenarnya tanpa bertujuan mencari keuntungan apapun dari percetakannya itu agar kesejahteraan publik (al-maslahah al-ammah) terjamin

Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Ekonomi Islam

Dinar dan Dirham Sebagai Mata Uang Islam

Krisis moneter dan ekonomi yang menimpa Indonesia pada tahun 1997 lalu memberikan banyak pelajaran berharga. Di antaranya, orang kembali menengok emas. Investasi emas menjadi pilihan yang menjanjikan. Betapa tidak, akibat krisis moneter, nilai kekayaan masyarakat jauh berkurang, baik karena nilai kurs rupiah yang anjlok maupun karena daya beli masyarakat yang sangat rendah. Kenyataan itu tak terjadi pada emas. Sebab, emas tidak terpengaruh oleh inflasi serta aman dari depresiasi nilai mata uang. Ini berbeda dengan bentuk investasi lain, misalnya deposito dan tanah. Dengan suku bunga deposito yang tinggi misalnya, situasi ekonomi yang rentan dan labil, karena tanah merupakan investasi yang paling tidak laku saat kondisi ekonomi sedang loyo.

Maka, wajar bila emas menjadi investasi strategis karena relatif bebas dari inflasi atau depresiasi nilai mata uang. Selain sebagai investasi, emas (dan juga perak) kembali dilirik sebagai alternatif mata  uang tangguh untuk mencegah merosotnya nilai mata uang. Nilai mata uang yang berlaku saat ini pasti terikat degnan mata uang negara lain (mis: Rupiah terhadap US$). Tidak bersandar kepada nilai intrinsic yang dikandungnya sendiri. Implikasinya, nilainya tidak pernah stabil. Bila nilai mata uang itu bergejolak, pasti akan mempengaruhi kestabilan mata uang tersebut.

Baca selanjutnya…

Kategori:Ekonomi Islam

Pajak

Pajak adalah iuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung.

Fungsi Pajak ada 2, yaitu :

  1. Fungsi Budget

Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pelunasannya.

2. Fungsi Mengatur (Regularen)

Pajak untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang social dan ekonomi

Tarif Pajak Dibagi 4, yaitu :

  1. Tarif Proporsional (sebanding)
  2. Tarif Tetap, misalnya: Tarif biaya materai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai nominal berapapun.
  3. Tarif Progresif, yaitu persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar.

Misalnya : uang sampai 25 juta  dikenai pajak 10 %, diatas 25 juta – 50 juta dkenai pajak sebesar 15 %, diatas 50 juta dikenai pajak 20 %.

  1. Tarif Degresif, yaitu persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar.
Kategori:Ekonomi Islam

Pemerintah Sebagai Ibu Segala Pasar

Juli 18, 2010 2 komentar

Pemerintah menyediakan semua basic needs (keperluan pokok) rakyat, bukan menciptakan output yang banyak.

Ilmu ekonomi membedakan barang berdasarkan jenis sifat yaitu :

  1. Private goods

Private goods adalah barang yang dapat diproduksi (ditawarkan) secara lebih efisien oleh perusahaan swasta dalam sebuah pasar.

Misalnya : Mobil, Rumah, Pakaian, dll

  1. Public goods

Public goods adalah barang yang cenderung tidak dapat diproduksi (ditawarkan) secara efisien dalam jumlah sedikit oleh perusahaan swasta sehingga penawarannya kebanyakan oleh pemerintah.

Public goods dibagi 2 kelompok ;

  • Non-Excutable Goods

Adalah barang yang orang memerlukannya dimana orang lain tidak dapat dilarang untuk ikut menggunakan atau menikmatinya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Ekonomi Islam

Penyebab Inflasi

Juli 18, 2010 2 komentar

Al-Makhurizi (Seorang pakar ekonomi islam yang sangat memahami inflasi). Menurutnya inflasi itu ada 2, yaitu :

  1. Inflasi akibat berkurangnya persediaan barang dan hal ini pernah terjadi di masa Rasulullah dan khulafaur rasyidin, pada saat kekeringan dan peperangan.
  2. Inflasi akibat kesalahan manusia, yang disebabkan oleh 3 hal, yaitu :
  • Korupsi dan administrasi yang buruk
  • Pajak yang memberatkan
  • Jumlah uang yang berlebihan
Kategori:Ekonomi Islam

Uang

Uang adalah Uang. Uang merupakan flow concept yaitu harus dikembangkan (investasi)

Capital : Private Goods

Uang : Public Goods/ Milik Pribadi

Ketika uang dimiliki seseorang menjadi stock concept, ketika uang beredar menjadi flow concept.

Uang dalam ekonomi islam :

  • Uang tidak identik dengan modal
  • Uang sebagai public goods
  • Modal adalah private goods
  • Uang adalah flow concept, modal adalah stock concept.

Uang dalam ekonomi konvensional :

ü  Uang adalah modal

  • Uang (modal) adalah private goods
  • Modal adalah flow concept bagi fisher ( orang ekonomi)

Uang dan modal adalah sebagai stock concept

Menurut Cambridge School (Mazhab Cambridge) :

  • Uang adalah lalu lintas ekonomi
  • Inflasi terjadi disaat penurunan nilai beli masyarakat

Baca selanjutnya…

Kategori:Ekonomi Islam

Jenis-jenis uang

Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral.

Uang Kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.

Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.

Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya

Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.

Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :

Baca selanjutnya…

Kategori:Ekonomi Islam
%d blogger menyukai ini: