Beranda > Ekonomi Islam > Prinsip Sistem Moneter Syari’ah

Prinsip Sistem Moneter Syari’ah

  1. Menghindari riba
  • Bunga merupakan sumber ketidakadilan antara pemilik modal dan pengusaha
  • Penghapusan riba, minimalkan spekulasi pasar modal atas dasar harga margin
  • Sebab, bank pemberi pinjaman tahu bahwa bank harus ikut menanggung risiko dari bisnis yang spekulatif
  • Dalam ekonomi syari’ah, seluruh hasil usaha (bunga + keuntungan, dl kerangka kapitalis) dibagi secara adil

2.  Menghindari perdagangan mata uang.

  • Ibnu Taimiyah: penguasa agar tak melakukan bisnis mata uang, membeli tembaga lalu mencetak uang. Atau melikuidir mata uang lalu mencetak koin baru.
  • Pemerintah harus mencetak uang dengan harga sebenarnya tanpa bertujuan mencari keuntungan apapun dari percetakannya itu agar kesejahteraan publik (al-maslahah al-ammah) terjamin

3.   Menghindari spekulasi

  • Spekulan berbeda kontras dengan investor tidak tertarik transaksi jangka pendek, lebih suka jangka panjang.
  • Spekulan membeli dan menjual sesuatu yang mereka sendiri tidak mengkonsumsi atau menggunakan dalam usaha.
  • Kerja mereka tidak member nilai tambah sama sekali.
  • Spekulan mencari keuntungan dari perbedaan harga dalam transaksi jangka pendek.
  • Suku bunga tinggi  menjadi beban bagi pengusahan dan menghambat bagi investasi dan pembentukan modal. Akibatnya, produktivitas, tawaran kerja, pertumbuhan turun.
  • Suku bunga rendah merugikan penabung, terutama penabung kecil dan mendorong timbulnya ketidakadilan dalam pendapatan dan kesejahteraan.

4.   Menghindari hutang

  • Hambatan utama proses islamisasi system moneter adalah beban bunga dalam negeri dan hutang luar negeri di sebagian besar masyarakat Islam.
  • Penyelesaian hutang luar negeri di sebagain besar masyarakat Islam.
  • Penyelesaian  masalah hutang memakan waktu panjang untuk mengatasinya
Kategori:Ekonomi Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: