Dalam pelaksanaan audit dewasa ini, auditor sering di hadapkan pada resiko audit, baik audit keuangan maupun operasional audit.Hal ini terjadi kerena auditor seorang manusia biasa tidak luput dari kesalahan.
Resiko audit keuangan sebagai berikut ;
- Auditor mengadakan laporan keuangan tidak mengadung salah saji material padahal terdapat salah saji yang material dalam laporan keuangan yang disajikan manajemen.
- Auditor menyatakan terdapat salah saji yang material dalam laporan keuangan yang disajikan manajemen, padahal dalam laporan keuangan tidak terdapat salah saji yang material.
Resiko audit pada operasional audit ada yaitu :
- Auditor menyatakan prinsip ekonomis telah diterapkan oleh organisasi atau perusahaan. Padahal prinsip ekonomi belum diterapkan dalam perusahaan.
- Efisiensi menurut auditor telah dilaksanakan dalam organisasi, padahal dalm organisasi masih terdapat efisiensi (tidak efisien).
- Auditor menyatakan sasaran organisasi telah dicapai secara efektif, padahal efektifitas dalam perusahaan belum tercapai.
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
1) Defenisi Sampling
Sampling adalah metode penelitian, yang kesimpulan terhadap populasi yang di teliti di dasarkan pada hasil pengujian terhadap sampel.Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari kelompok data yang menjadi objek penelitian.Sampel adalah bagian dari populasi, yang di pilih untuk di teliti, berfungsi sebagai perwakilan dari seluruh anggota populasi.
Contoh :
Seorang bendaharawan yang anda audit memiliki bukti pengeluaran kas (kuitansi = X) sebanyak sepuluh (N=10) lembar sebagai berikut:
Total (t)
100 90 110 80 120 115 85 105 95 100 1000
Tentukan perkiraan (estimasi) total pengeluaran kas berdasarkan sampel sebanyak enam (n=6) kuitansi, yaitu ,
Pemecahan:
Sampel, Total: Total (t)
90 80 120 85 105 95 575
Rata-rata()=t/n=575/6=95,83
Perkiraan total populasi (T)=N=10*95,83=958,30
Unsur –unsur yang mempengaruhi hasil sampling.Ada 4 hal yang mempengaruhi unit sampel, yaitu:
Read more…
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
Surat pernyataan langganan adalah surat yang di buat oleh klien di tujukan kepada kantor akuntan public yang berisi penyataan mengenai beberapa hal penting antara lain:
- Management menyadari merekalah yang bertanggung jawab terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan perusahaan sesuai PSAK.
- Semua data-data sudah di perlihatkan kepada KAB(kantor akuntan public)
- Penyelesaian yang di perlukan telah di jawabkan dengan sebenarnya
- Menyatakan aktiva perusahaan yang di jaminkan ke bank
- Menyatakan ada tidaknya kewajiban bersyarat
- Menyatakan ada tidaknya transaksi hubungan istimewa
- Menyatakan atau tidaknya kejadian penting sesudah tanggal neraca
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
Management letter adalah suatu surat yang di buat oleh kantor akuntan public / pemeriksa di tujukan kepada management perusahaan yang di periksa laporan keuangannya (di audit) yang isinya membari tahukah kelemahan internt perusahaan yang di temukan selama pemeriksaan di sertai dengan saran-saran perbaikan.
1. Untuk Klien
a) Dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam pengendalian internt perusahaannya.
b) Dapat mengambil tindakan-tindakan
Read more…
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
1. Perencanaan
Nama pemeriksaan akuntan yang menyangkut pelaksanaan kerja lapangan membutuhkan perencanaan yang memadai.Setiap pekerjaan harus di rencanakan dengan baik dan para pembantu jia ada harus di awasi sebagaimana mestinya, ada 3 alasan utama mengapa auditor harus menrencanakan penugasannya dengan baik.
- § Agar dapat memperoleh bukti kuat yang mencukupi dalam situasi pada saat itu.
- § Untuk membantu menekan biaya audit.
- § Untuk menghindari salah pengertian dengan klien.
a) Perencanaan awal, kebayakan perencanaan awal friplanning di buat pada permulaan kerja audit sering kali dalam kantor klien sejauh hal ini dianggap prektis.
- Penerimaan klien dan kelanjutan kerja
- Mengidentifikasi alasan klien untuk melaksanakan audit
- Menentukan staf penugasan(orang yang memeriksa)
- Mendapatkan surat penugasan (engagement letter)
Read more…
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
A. Penetapan bukti audit
Keputusan utama yang harus di tetapkan oleh setiap auditor/pemeriksa adalah menyangkut banyaknya bukti-bukti pendukung yang memadai untuk di kumpulkan agar dia merasa yakin bahwa unsur-unsur laporan keuangan dan semua laporan lainnya dari klien di buat sewajarnya.Keputusan auditor mengenai pengumpulan bukti pendukung dapat di pisahkan menjadi 4 golongan sebagai berikut:
1) Prosedur audit, adalah petunjuk terinci untuk pengumpulan tertentu dari bukti audit yang harus di peroleh pada suatu saat selama proses audit.
2) Besarnya sampel audit, setelah prosedur mana di pilih banyak sampel dapat di tetapkan secara berbeda-beda dari satu sampai seluruh transaksi dalam populasi yang di audit.
3) Item-item, setelah banyaknya sampel di tetapkan untuk prosedur audit tertentu masih perlu memutuskan bagian-bagian khusus yang akan di periksa.
4) Pengaruh waktu, karena biasanya audit laporan keuangan meliputi jangka waktu misalnya 1 tahun auditor dapat mengumpulkan bukti-bukti.
B. Menyakinkannya bukti
1) Kompetensi, berarti tingkatan sampai di mana suatu bukti dianggap dapat di percaya/dapat di pegang.Kompetensi hanya dapat di tingkatkan dengan memilih prosedur audit yang bermutu lebih tinggi dari salah satu atau lebih dari ke 5 ciri-ciri bukti kompeten sbb:
- Relevansi
- Independen pemberi bukti
- Keefektifan sistem pengendalian internal (SPI) klien
- Pengetahuan langsung dari auditor
- Tingkat objektifitas
Read more…
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
1. Tujuan Umum
Tujuan pemeriksaan umum terhadap laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat atau opini perubahan-perubahan dalam posisi keuangan yang selaras dengan prinsip-prinsip akuntansi yang secara umum di terima.
Alasan satu-satunya dari pengumpulan bukti-bukti pendukung oleh auditor adalah agar ia dapat mengambil kesimpulan mengenai apakah laporan keuangan telah di buat sewajarnya dan agar kita dapat mengeluarkan laporan audit yang memenuhi syarat.
2. Tanggung Jawab Manajemen
Dalam persyaratan tata kerja akuntansi di cantumkan dengan jelas, bahwa tanggung jawab dalam menentukan kebijakan akuntansi yang sehat menjalankan system pengendalian internal yang baik dan mencamtumkan angka-angka yang dapat di pertanggung jawabkan dalam laporan keuangan.Terletak pada pihak manajemen perusahaan dan bukan pihak auditor.
Read more…
0.000000
0.000000
Like this:
Be the first to like this post.
Your Recent Comments