Beranda > Auditing > Pengertian Auditing

Pengertian Auditing

Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independent dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dasri suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan

Didalam definisi terdapat beberapa istilah yang terurai sbb :

1. Seseorang yang mampu dan independent.

2. Ada keterangan-keterangan yang terukur yang kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan dapat memiliki berbagai bentuk. salah satunya adalah laporan.

Kriteria adalah suatu cara yang digunakan untuk mengevaluasi keterangan-keterangan kuantitatif dan dapat mengambil berbagai bentuk:

Misalnya :: Sebelum memeriksa kwitansi pembelian bahan baku, seseorang pedagang mungkin kita akan melihat apakah barang-barang dengan mutu dan jumlah seperti yang tertera disana benar-benar telah diterima. Apakah bahan mentah yang di beli tersebut sesuai dengan kebutuhan produksi/apakah harga barang tersebut memang pantas.

Jadi kriteria yang digunakan selalu bergantung pada tujuan dari audit tersebut.

3. Kesatuan ekonomi.

Yang dievaluasi dalam keadaan ini adalah hal-hal kuantitatif yang berbentuk uang, yang tidak terlepas dari setiap kesatuan ekonomi.

4. Menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti (evidence)

Bukti-bukti itu merupakan segala keterangan yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah keterangan terukur yang diperiksanya tersebut sesuai dengan kriteria.

Kriteria :: Standar (tolok ukur), syarat2, ketentuan2, pedoman, kode etik, petunjuk, evidence, norma, batasan.

5. Auditor harus kompeten dan independen.

Seorang auditor harus berpengetahuan cukup agar kriteria-kriteria yang digunakan dan cukup mampu (kompeten) untuk mengetahui jenis dan jumlah fakta yang dibutuhkan agar pada akhir pemeriksaaan dia dapat menarik kesimpulan dengan tepat. Auditor harus memiliki sikap mental yang bebas atau independent.

6. Pelaporan

Pelaporan merupakan langkah terakhir dalam proses terakhir dalam menyusun audit report yang merupakan komunikasi antara apa yang ditemukan dengan para pembacanya. laporan yang satu dapat berbeda dengan yang lainnya. Namun, harus disampaikan kepada para pembacanya seberapa jauh tingkat kesesuaian dari keterangan-keterangan yang telah ditetapkan (PSAK)

Categories: Auditing
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.