Beranda > Fiqh Muamalah > Mudharabah

Mudharabah

Menurut bahasa mudharabah ialah berjalan dimuka bumi
Menurut istilah mudharabah ialah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal.

Dalil kebolehan melakukan aqad mudhrabah
a) Alqur’an :
QS Al – Muzammil : 120
QS AL – Jumu’ah :10

b) Hadits:

“Dari Ibnu Abbas ra, berkata : Ayahnya Saidina Abbas bin Abdul Muthalib, jika membayarkan harta secara mudharabah maka Abbas mensyaratkan kepada pekerja-pekerjanya itu agar harta itu tidak dibawa ke laut dan tidak dibawa nik turun bukit dan tidak untuk membeli binatang ternak yang muda. jika dia melakukan hal itu maka pekerja itu harus memberikan jaminan. Maka kemudian Ibnu Abbas menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah, maka Rasul membolehkannya. “

c) Ijma
Rukun mudharabah:
Ijab Qabul
Pemilik modal dan pekerja
Ma’qud ‘alaihi (modal, usaha, laba/utang)

Syarat mudharabah :
Syarat pemilik modal : Memiliki ahliyatul tawkil
Syarat modal : Harta tunai, harta diketahui besar jumlahnya, harta diserahkan kepada pekerja.
Syarat keuntungan/laba : Diketahui besaran jumlahnya, ditentukan persentase diwawal (bagian masing-masing

Hikmah disyariatkan mudharabah :
1) Menumbuh kembangkan harta (Al – Hasyr : 7)
2) Ta’awun (Tolong – menolong)
3) Takaful (Solidaritas)

Categories: Fiqh Muamalah Tag:
  1. Desember 21, 2009 pada 10:29 am | #1

    makacih mas..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.